Minggu, 15 Januari 2012

1.konsep waktu dan nilai uang


Konsep Nilai Waktu dari Uang
Pemahaman konsep nilai waktu uang diperlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan dipilih.

Nilai yang akan datang atau future value


Nilai yang akan datang atau future value adalah nilai uang di massa yang akan datang dengan tingkat bunga tertentu.Future value atau nilai yang akan datang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

FV = PV ( 1 + r ) ^ n
Keterangan :
FV = ( Future value ( nilai pada akhir tahun ke n )
PV = ( Nilai sekarang ( nilai pada tahun ke 0 )
r = Suku bunga
n = Waktu ( tahun )
^ = tanda pangkat

Rumus diatas mengasumsikan bahwa bunga di gandakan hanya sekali dalam setahun , jika bunga digandakan setiap hari , maka rumusnya menjadi :

FV = PV ( 1 + r /360 ) ^ 360n

Untuk menggambarkan penggunaan rumus diatas , maka diberi contoh berikut ini :

Pada tanggal 2 januari 2000 , Agung menabung uangnya ke bank mandiri sebesar Rp 2.000.000 , dengan tingkat bunga sebesar 12 % pertahun. Hitung nilai tabungan agung pada tanggal 2 Januari 2002 , dengan asumsi :
  1. Bunga dimajemukkan setahun sekali
  2. Bunga dimajemukkan sebulan sekali
  3. Bunga dimajemukkan setiap hari
Jawab :
  1. FV = Rp 2.000.000 ( 1 + 0,12 ) ^2 = Rp 2.508.800
  2. FV = Rp 2.000.000 ( 1 + 0,12 /12 ) ^12 ( 2 ) = Rp 2.539.470
  3. FV = Rp 2.000.000 ( 1 + 0,12 /360 ) ^360 ( 2 ) = 2.542.397
Nilai sekarang atau present value

Nilai sekarang atau present value adalah berapa nilai uang saat ini untuk nilai tertentu di masa yang akan datang. Present value atau nilai sekarang bisa di cari dengan menggunakan rumus future value atau dengan rumus berikut ini :

PV = FV ( 1 + r ) ^-n
Keterangan :

FV = ( Future value ( nilai pada akhir tahun ke n )
PV = ( Nilai sekarang ( nilai pada tahun ke 0 )
r = Suku bunga
n = Waktu ( tahun )
^ = tanda pangkat
Rumus diatas mengasumsikan bahwa bunga di gandakan hanya sekali dalam setahun , jika bunga digandakan setiap hari , maka rumusnya menjadi :

PV = FV ( 1 + r / 360 ) ^-360 n

Untuk menggambarkan penggunaan rumus diatas , maka diberi contoh berikut ini :

Harga sepeda motor 2 tahun mendatang sebesar Rp 10.000.000 . Tingkat bunga rata - rata 12% setahun. Berpa yang harus ditabung Agung saat ini agar dapat membelinya dua tahun mendatang , dengan asumsi :
  1. Bunga dimajemukkan setahun sekali
  2. Bunga dimajemukkan sebulan sekali
Jawab :
  1. PV = Rp 10.000.000 ( 1 + 0,12 ) ^ -2 = Rp 7.971.939
  2. PV = Rp 10.000.000 ( 1 + 0,12/12 ) ^ -12 ( 2 ) = Rp 7.875.661
Anuitas

Anuitas adalah suatu rangkaian pembayaran dengan jumlah yang sama besar pada setiap interval pembayaran. Besar kecilnya jumlah pembayaran pada setiap interval tergantung pada jumlah pinjaman , jangka waktu , dan tingkat bunga.

Anuitas biasa atau Ordinary annuity

Anuitas biasa atau Ordinary annuity adalah sebuah anuitas yang diperhitungkan pada setiap akhir interval seperti akhir bulan, akhir kuartal , akhir setiap 6 bulan , maupun pada setiap akhir tahun.

Rumus dasar future value anuitas biasa adalah sebagai berikut :
FVn = PMT1 + in - 1 i

Keterangan :

FVn = Future value ( nilai masa depan dari anuitas pada akhir tahun ke - n )
PMT = Payment ( pembayaran anuitas yang disimpan atau diterima pada setiap periode )
i = Interest rate ( tingkat bunga atau diskonto tahunan )
n = Jumlah tahun akan berlangsungnya anuitas

Rumus dasar present value anuitas biasa adalah sebagai berikut :
PVn = FVn1 - 1 ( 1 + i ) n i
PVn = Present value ( nilai sekarang dari anuitas pada akhir tahun ke - n )

Anuitas terhutang

Anuitas terhutang adalah anuitas yang pembayarannya dilakukan pada setiap awal interval. Awal interval pertama merupakan perhitungan bunga yang pertama dan awal interval kedua merupakan perhitungan bunga kedua dan seterusnya.

Rumus dasar future value anuitas terhutang adalah :

FVn = PMT ( FVIFAi,n ) ( 1 + i )

Rumus dasar present value anuitas terhutang adalah :

PVn = PMT ( PVIFAi,n ) ( 1 + i )

Nilai sekarang anuitas

Nilai sekarang anuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang dilakukan secara teratur selama waktu yang telah ditentukan.Perhitungan nilai sekarang anuitas juga akan memberikan hasil yang berbeda jika anda melakukan investasi pada awal atau akhir tahun , dimana rumus perhitungannya adalah :

Jika dilakukan pada awal tahun , menjadi :
PV anuitas = nilai investasi x Faktor PV x ( 1 + r )

Jika dilakukan pada akhir tahun , menjadi :

PV anuitas = nilai investasi x Faktor PV

Nilai sekarang dari anuitas terhutang

Nilai sekarang dari anuitas terhutang berguna untuk mengukur setiap pembayaran yang maju satu periode atau pembayaran pada awal tahun dengan menggunakan formulasi :

An (Anuitas Terhutang) = PMT ( PVIFAk,n ) ( 1 + k )

Anuitas abadi

Anuitas abadi adalah serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akan berlangsung terus menerus.

PV ( anuitas abadi ) = pembayaran / Tingakat suku bunga = PMT / i

Periode Kemajemukan tengah tahunan atau periode lainnya

Bunga majemuk tahunan adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus khas atau serangkaian arus kas apabila suku bunga ditambahkan satu kali dalam setahun. Sedangkan bunga majemuk setengah tahunan adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus khas atau serangkaian arus kas apabila suku bunga ditambahkan dua kali dalam setahun.

Amortisasi pinjaman

Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan secara dicicil selama waktu tertentu. Termasuk didalamnya adalah kredit mobil , kredit kepemilikan rumah , kredit pendidikan , dan pinjaman - pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka waktu sangat pendek dan obligasi jangka panjang. Jika suatu pinjaman akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya ( bulanan , kuartalan , atau tahunan ) , maka pinjaman ini disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi.

Sumber :

3.manajemen produksi


Perkembangan Manajemen Produksi

Perkembangan manajemen produksi disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
  • Adanya pembagian kerja atau spesialisasi
Istilah pembagian kerja atau spesialisasi kerja digunakan untuk mendeskripsikan sampai tingkat mana tugas dalam organisasi dipecah - pecah menjadi pekerjaan - pekerjaan yang terpisah. Hakikat spesialisasi kerja adalah seluruh pekerjaan itu dipecah - pecah menjadi sejumlah langkah , dengan tiap langkah diselesaikan oleh individu yang berlainan. Perkembangan manajemen produksi ditandai dengan usaha untuk meningkatkan hasil melalui pembagian kerja. Agar produksi lebih efektif dan efisien maka produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azaz - azaz manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.Pembagian kerja atau Spesialisasi kerja memungkinkan dalam peningkatan keahlian seseorang. Dengan makin meningkatkannya keahlian membuat yang bersangkutan dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat , dengan kualitas lebih baik. Hal ini dapat mengurangi biaya produksi sehingga produknya dapat bersaing dipasar.Kondisi tersebut dapat membuat tingkat produksi yang lebih tinggi pada satuan waktu tertentu.
  • Revolusi industri
Pada dasarnya revolusi industri merupakan peristiwa penggantian tenaga kerja manusia dengan mesin. Revolusi industri di inggris tidak berdiri sendiri , melainkan merupakan proses yang berkaitan dengan berbagai masalah ekonomi , budaya dan politik yang lebih luas . Revolusi tersebut merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan , industri , dan teknik di Eropa .
Dampak perkembangan industrinya terlihat pada pengusaha yang memiliki modal besar . Kehidupan perdagangan terus meningkat , tetapi para pengusaha kecil , dengan peralatan kerja yang konvesional , menjadi kalah dalam bersaing .Perkembangan industri sebagai hasil revolusi terlihat pada :
  1. Bertambahnya penggunaan mesin
  2. Efisiensi produksi batubara , besi , dan baja
  3. Pembangunan jalan kereta api , alat transportasi dan alat komunikasi lainnya
  4. Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan
Industrialisasi ini berhasil meningkatkan pengolahan hasil produksi yang melebihi kebutuhannya sendiri , sehingga membutuhkan aktivitas pemasaran.
  • Perkembangan alat dan teknologi
Pada akhir - akhir ini manajer produksi banyak memberikan perhatian pada perkembangan teknologi yang canggih. Terdapat perubahan yang cukup signifikan atau bahkan radikal dalam penggunaan alat dan teknologi produksi seperti penggunaan robot , perkantoran yang serba komputerized , dan sebagainya. Pada banyak hal , manajer produksi mengintegrasikan teknologi canggih ini kedalam bisnisnya.
  • Perkembangan ilmu dan metode kerja dalam era manajemen ilmiah
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan ( work studies ) memungkinkan ditemukannya metode kerja dengan pendekatan sebagai berikut :
  1. Pengamatan ( observasi ) atas metode kerja yang berlaku
  2. Pengamatan terhadap metode kerja yang lebih baik melalui pengukuran dan analisis ilmiah
  3. Pelatihan dan analisis ilmiah
  4. Pelatihan pekerjaan dengan metode baru
  5. Pemanfaatan umpan balik dan pengelolaan atas proses kerja
Pengertian Manajemen Produksi

Manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber - sumber daya berupa sumber daya manusia , sumber daya alat , dan sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien , untuk menciptakan dan menambah kegunaan ( utility ) suatu barang atau jasa . Banyak upaya yang dilakukan dalam manajemen produksi terkait dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas . Dalam peningkatan produktivitas didapatkan 2 masalah penting yaitu :
  1. Produktivitas akan meningkatkan jika terdapat perbaikan kondisi kerja
  2. Beberapa peningkatan produktivitas tidak dapat membantu organisasi secara keseluruhan , karena hasilnya terkait dengan perbaikan pada bidang tertentu , sedangkan bidang lainnya tidak terpengaruh.
Pengertian Produksi

Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan ( input ) menjadi keluaran ( output ). Dalam pengertian umum inilah sekarang berkembang istilah industri , seperti industri manufaktur , industri pengolahan hasil - hasil pertanian atau agro industri dll. Pengertian produksi dalam ekonomi mengacu pada kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan atau utilitas suatu barang dan jasa . Penambahan atau penciptaan kegunaan atau utilitas karena bentuk dan tempat ini membutuhkan faktor - faktor produksi.

Proses Produksi

Proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu :

Dari segi kelangsungan hidup terbagi menjadi 2 bagian yaitu :
  • Produksi secara terus menerus
Produksi terus menerus dilakukan proses untuk mengubah bentuk barang - barang. Dalam proses produksi ini walaupun terjadi perubahan model , susunan dan fungsi alat - alat mesin yang dipakai tidaklah berubah . Misalnya pengger-gajian kayu mengubah balok menjadi papan , karet menjadi ban ataupun dalam proses perakitan mobil , walaupun terjadi perubahan bentuk tapi tidak mengubah susunan fungsi alat - alat mesin . Proses produksi ini menghasilkan produk yang standar ( massal ) .
  • Produksi yang terputus - putus
Proses produksi tidak terus menerus atau operasi seringkali terhenti guna mengubah alat - alat , pengaturan kembali alat - alat , dan penyesuaian yang terus menerus diadakan sesuai dengan tuntutan produk yang akan dihasilkan. Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan yang sesuai dengan keperluan pemesan.

Dari segi teknik terbagi menjadi 4 bagian yaitu :
  • Proses Ekstraktif
Suatu proses pengambilan langsung dari alam seperti kayu , perikanan , dan pertambangan .
  • Proses Analistis
Proses pemisahan bahan - bahan seperti minyak mentah menjadi minyak bersih .
  • Proses Pengubahan
Proses perubahan bentuk seperti alat - alat rumah tangga .
  • Proses Sintesis
Proses campuran dengan unsur - unsur lain seperti bahan - bahan kimia .


Pengambilan keputusan dalam manajemen produksi

Pengambilan keputusan dalam manajemen produksi meliputi :
  • Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
  • Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
  • Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
  • Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan
Ruang lingkup manajemen produksi

Ruang lingkup manajemen produksi dibagi menjadi tiga yaitu :
  • Perencanaan sistem produksi
Didalam perencanaan sistem produksi terbagi menjadi perencanaan produksi , perencanaan lokasi produk , perencanaan letak fasilitas produksi , perencanaan lingkungan kerja , perencanaan standar produksi.
  • Sistem pengendalian produksi
Didalam sistem pengendalian produksi terbagi menjadi pengendalian proses produksi , pengendalian bahan baku , pengendalian tenaga kerja , pengendalian biaya produksi , pengendalian kualitas pemeliharaan.
  • Sistem informasi produksi
Didalam sistem informasi produksi terbagi menjadi struktur organisasi , produksi atas dasar pesanan , produksi untuk persediaan.

Fungsi dan sistem produksi dan operasi

Secara umum fungsi produksi terkait dengan pertanggung-jawaban dalam pengolahan dan pengubahan masukan (input) menjadi keluaran (output) berupa barang atau jasa yang akan memberikan pendapatan bagi perusahaan.

Ada 4 fungsi penting dalam produksi dan operasi yaitu :
  1. Proses pengolahan , merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan.
  2. Jasa - jasa penunjang , merupakan saran berupa pengorganisasian yang diperlukan untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
  3. Perencanaan , merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.
  4. Pengendalian atau pengawasan , merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan yang sesuai rencana , sehingga maksud dan tujuan penggunaan dan pengolahan masukan dapat dilaksanakan.
Sistem produksi dan operasi

Suatu sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur - unsur yang berbeda secara terpadu , menyatu , dan menyeluruh dalam mentransformasikan masukan menjadi keluaran.

Lokasi dan lay out pabrik
  • Menentukan lokasi pabrik secara benar
Manajemen perusahaan dalam memilih lokasi pabrik didasarkan pada beberapa macam alternatif. Tahap - tahap dalam pemilihan lokasi pabrik terdiri dari pengumpulan data , menganalisa data yang masuk , menentukan urutan alternatif lokasi yang dipilih dan menentukan lokasi pabrik yang dipilih. Penentuan metode pemilihan lokasi pabrik didasarkan pada faktor rating , analisa ekonomis , dan analisa volume biaya.
  • Menentukan layout pabrik secara benar
Sebagaimana diketahui bahwa layout yang digunakan dalam sebuah pabrik akan mempunyai pengaruh langsung terhadap tingkat produktivitas perusahaan. Oleh karena itu penentuan layout pabrik harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Untuk menentukan layout pabrik dengan baik maka perlu diadakan persiapan - persiapan yang matang , diantaranya :
  1. Data yang diperlukan meliputi jumlah dan jenis produk , komponen produk , urutan pelaksanaan proses produksi , mesin dan peralatan informasi mesin , instalasi yang diperlukan , luas gedung dan perbandingan perencanaan layout
  2. Analisis urutan operasi
  3. Teknik keseimbangan kapasitas

Sumber :

2.pemasaran


Pengertian Pasar

Pasar adalah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli barang atau jasa .

Definisi pasar secara luas menurut W. J . Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan , uang untuk belanja , serta kemauan untuk membelanjakannya.

Pengertian Pemasaran

Pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis ( profit atau nonprofit ) guna memenuhi kebutuhan dasar dengan barang atau jasa , menetapkan harga , mendistribusikan , serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.

Jenis - Jenis Pasar

Jenis - jenis pasar dibedakan menurut bentuk kegiatan , cara transaksi dan menurut jenis barangnya.

Jenis Pasar menurut wujudnya di bagi menjadi dua yaitu pasar nyata dan pasar abstrak atau tidak nyata.
  • Pasar Konkret atau nyata
Pasar nyata adalah pasar dimana barang-barang yang akan diperjual belikan dapat dibeli oleh pembeli secara langsung . Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
  • Pasar Abstrak atau tidak nyata
Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak dapat menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagang saja. Contoh pasar online , pasar saham , pasar modal dan pasar valuta asing.

Jenis pasar menurut cara transaksinya di bagi menjadi dua yaitu pasar tradisional dan pasar modern.
  • Pasar Tradisional
Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secara langsung.
  • Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjualbelikan dengan harga pas yang berarti tidak ada tawar menawar. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal , plaza , dan tempat-tempat modern lainnya.

Jenis pasar menurut jenis barangnya.

Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan , pasar sayur , pasar buah , pasar ikan dan daging serta pasar loak.

Jenis pasar menurut luas jangkauan.
  • Pasar Daerah
Pasar Daerah membeli dan menjual produk dalam satu daerah produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar daerah melayani permintaan dan penawaran dalam satu daerah.
  • Pasar Lokal
Pasar Lokal membeli dan menjual produk dalam satu kota tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar lokal melayani permintaan dan penawaran dalam satu kota.
  • Pasar Nasional
Pasar Nasional membeli dan menjual produk dalam satu negara tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar nasional melayani permintaan dan penjualan dari dalam negeri.
  • Pasar Internasional
Pasar Internasional membeli dan menjual produk dari beberapa negara. Bisa juga dikatakan luas jangkauannya di seluruh dunia.

Konsep pemasaran

Konsep pemasaran adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan ( eksternal ) bahwa konsumen hanya akan bersedia membeli produk - produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan . Dengan demikian fokus kegiatan perusahaan adalah berusaha memenuhi kepuasan pelanggan melalui pemahaman perilaku konsumen yang dijabarkan dalam kegiatan pemasaran yang memadukan kegiatan - kegiatan fungsional lain ( misalnya kegiatan produksi , keuangan , personalia , dan sebagainya ) .

Perkembangan Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran dalam perjalanan waktunya mengalami perkembangan ( evolusi pemikiran ). Perkembangannya sebagai berikut :
  1. Konsep produksi
  2. Konsep produk
  3. Konsep penjualan
  4. Konsep pemasaran
  5. Konsep pemasaran - sosial
  6. Konsep pasar
1. Konsep Produksi

Konsep produksi adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada proses produksi ( internal ) bahwa konsumen hanya akan membeli produk - produk murah. Dengan demikian fokus kegiatan perusahaan yang harus dilakukan adalah efisiensi biaya ( produksi dan distribusi ) agar dapat menjual barang dengan murah kepada konsumen.

2. Konsep Produk


Konsep produk adalah anggapan pemasar bahwa konsumen lebih menghendaki produk - produk yang berkualitas atau berpenampilan baik. Dengan demikian tujuan bisnis perusahaan adalah pengendalian kualitas.

3. Konsep Penjualan


Konsep penjualan adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada tingkat penjualan ( internal ) bahwa konsumen perlu di pengaruhi agar penjualan dapat meningkat sehinnga tercapai profit maksimum sebagai tujuan perusahaan. Dengan demikian fokus kegiatan perusahaan adalah usaha - usaha meningkatkan cara - cara penjualan dan kegiatan promosi yang intensif agar mampu mempengaruhi , membujuk konsumen untuk membeli sehingga penjualan dapat meningkat.

4.
Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan ( eksternal ) bahwa konsumen hanya akan bersedia membeli produk - produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan. Dengan demikian fokus kegiatan perusahaan adalah berusaha memenuhi kepuasan pelanggan melalui pemahaman perilaku konsumen yang dijabarkan dalam kegiatan pemasaran yang memadukan kegiatan - kegiatan fungsional lain ( misalnya kegiatan produksi , keuangan , personalia , dan sebagainya ) .

5. Konsep Pemasaran yang memasyarakat sosial


Konsep pemasaran yang memasyarakat sosial adalah anggapan pemasar bahwa konsumen hanya bersedia membeli produk - produk yang mampu memenuhi kebutuhan serta kesejahteraan lingkungan sosial konsumen.

6. Konsep Pasar

Konsep pasar adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan dan pesaing - pesaing perusahaan bahwa produsen perlu mempunyai keunggulan pasar yang bersaing untuk dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan.

Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran adalah adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya , untuk berkembang , dan untuk mendapatkan laba.

Keadaan Permintaan
  • Permintaan Negatif
Permintaan negatif adalah keadaan dimana sebagian terbesar dari segmen pasar potensial yang penting tidak menyukai produk atau jasa yang ditawarkan , bahkan mereka bersedia membayar untuk menghindarinya. Misalnya permintaan negatif terhadap vasectomy. Tugas pemasaran adalah menganalisa mengapa pasar tidak menyukai produk tersebut dan apakah program pemasaran yang terdiri dari perancangan ulang produk , harga yang lebih rendah , promosi yang lebih baik , dan dapat mengubah keyakinan dan perilaku pasar.
  • Tidak ada permintaan
Berarti orang tidak berminat sama sekali terhadap penawaran suatu produk atau jasa. Tugas pemasaran adalah menemukan cara untuk menghubungkan manfaat produk tersebut dengan kebutuhan dan minat alami seseorang.
  • Permintaan Laten
Permintan laten adalah banyaknya konsumen yang memiliki kebutuhan yang kuat yang tidak dapat dipuaskan oleh produk yang sudah ada. Tugas pemasaran adalah mengukur ukuran pasar potensial dan mengembangkan produk yang dapat memuaskan permintaan tersebut.
  • Permintaan Menurun
Permintaan Menurun adalah suatu keadaan dimana permintaan untuk suatu produk atau jasa semakin berkurang dari tingkat sebelumnya , dan diperkirakan akan menurun terus dan jika tidak memperbaiki pasar yang dituju atau usaha - usaha pemasaran. Tugas pemasaran adalah membalikan arah penurunan permintaan melalui pemasaran ulang yang kreatif.
  • Permintaan Tidak Teratur
Perusahaan dapat mengalami masa - masa penuh dan masa - masa sepi atau permintaan tidak teratur , yaitu suatu keadaan dimana pola permintaan pada saat tertentu dipengaruhi oleh fluktuasi musim atau hal - hal lain . Misalnya hotel di daerah wisata akan mengalami masa - masa penuh pada musim liburan dan akan mengalami masa - masa sepi di luar musim liburan. Tugas pemasaran adalah mencari jalan untuk mengubah pola permintaan yang sama melalui penetapan harga yang fleksibel, promosi dan insentif lainnya. Ini yang disebut dengan
  • Permintaan Penuh
Permintaan penuh adalah suatu keadaan dimana tingkat dan saat permintaan yang sekarang sama dengan tingkat dan saat permintaan yang diharapkan. Tugas pemasaran adalah mempertahankan tingkat permintaan saat ini ditengah perubahan preferensi konsumen dan peningkatan persaingan.
  • Permintaan yang berlebihan
Permintaan yang berlebihan adalah suatu keadaan dimana permintaan lebih besar daripada penawarannya. Tugas pemasaran adalah mencari cara dan tujuan untuk mengurangi produk yang bersangkutan untuk sementara waktu dengan tidak merusak permintaan.
  • Permintaan tidak sehat
Permintaan tidak sehat adalah permintaan beberapa jenis produk yang dapat dinilai tidak baik dari segi kesejahteraan konsumen , kemakmuran masyarakat atau penyedia , seperti permintaan rokok , obat - obat terlarang atau ganja dll . Tugas pemasaran adalah merangkul orang-orang yang menyukai produk yang tak bermanfaat agar menghentikannya.

Falsafah Manajemen Pemasaran

Ada lima konsep pemasaran yang dilakukan organisasi untuk menjalankan pemasaran mereka :
  • Konsep Produksi
Falsafah yang menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk - produk yang tersedia dan selaras dengan kemampuan , dan manajemen sebaiknya memusatkan perhatian pada peningkatan efisiensi produksi dan distribusi.
  • Konsep Produk
Gagasan bahwa konsumen akan menyukai produk - produk yang menawarkan mutu , kinerja dan penampilan terbaik dan bahwa suatu organisasi sebaiknya mencurahkan tenaganya untuk melakukan perbaikan produk secara berkesinambungan.
  • Konsep Penjualan
Gagasan bahwa konsumen tidak akan membeli cukup produk perusahaan , kecuali jika perusahaan tersebut melakukan upaya - upaya penjualan dan promosi yang gencar.
  • Konsep Pemasaran
Falsafah manajemen pemasaran yang menyatakan bahwa pencapaian tujuan - tujuan organisasional bergantung pada penetapan kebutuhan dan keinginan dari pasar sasaran dan penyampaian kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan lebih efisien dibandingkan dengan pesaing.
  • Konsep Pemasaran Kemasyarakatan
Gagasan bahwa organisasi sebaiknya menentukan kebutuhan keinginan dan minat dari pasar sasaran dan mengirimkan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan lebih efisien daripada pesaing sedemikian rupa sehingga mampu memelihara atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

Bauran Pemasaran

Dunia pemasaran merupakan dunia yang bersifat dinamis dan memiliki jangkauan yang sangat luas. Berbagai tahap kegiatan harus dilalui oleh barang dan jasa sebelum sampai pada tangan konsumen. Seiring dengan perkembangan konsep pemasaran , kini para ahli telah menyederhanakan ruang lingkup yang luas itu menjadi empat kebijakan pemasaran yang lazim disebut dengan bauran pemasaran ( Marketing Mix ) atau 4P dalam pemasaran yang terdiri dari produk ( Product ) , harga ( Price ) , distribusi (Place) , dan promosi (Promotion). Secara garis besar keempat variabel tersebut dapat dijelaskan melalui penjelasan masing-masing sebagai berikut :
  • Produk ( Product )
Suatu sifat yang komplek baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba , termasuk bungkus , warna , harga , prestise perusahaan dan pengecer , pelayanan perusahaan dan pengecer , yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan.
  • Harga ( Price )
Definisi harga menurut Philip Kotler adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa. Secara lebih luas , harga adalah keseluruhan nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa. Penetapan masalah harga dan persaingan harga telah dinilai sebagai masalah utama yang dihadapi oleh perusahaan.
  • Distribusi ( Place )
Definisi distribusi menurut Philip Kotler adalah berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran. Keputusan penentuan lokasi dan saluran yang digunakan untuk memberikan jasa kepada pelanggan melibatkan pemikiran tentang bagaimana cara mengirimkan atau menyampaikan jasa kepada pelanggan dan dimana hal tersebut akan dilakukan. Ini harus dipertimbangkan karena dalam bidang jasa sering kali tidak dapat ditentukan tempat dimana akan diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan. Saluran distribusi dapat dilihat sebagai kumpulan organisasi yang saling bergantungan satu sama lainnya yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk / pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi. Penyampaian dalam perusahaan jasa harus dapat mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang tersebar luas.
Sebagai salah satu variabel marketing mix , place / distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.
  • Promosi ( Promotion )
Promosi berkaitan dengan bagaimana cara mengkomunikasikan suatu produk kepada masyarakat agar produk tersebut dapat dikenal dan akhirnya dibeli oleh masyarakat.

Tujuan Sistem Pemasaran

Ada empat tujuan sistem pemasaran yaitu :
  • Memaksimumkan tingkat konsumsi
Memaksimumkan tingkat konsumsi dapat mengakibatkan permintaan terhadap berbagai produk , termasuk berimplikasi terhadap permintaan produk yang kita hasilkan , pada gilirannya dapat merangsang peningkatan produksi. Dengan kata lain , dengan memaksimukan tingkat konsumsi dapat memaksimumkan pula tingkat produksi , kesempatan bekerja , kesempatan berusaha , kesejahteraan masyarakat dan mutu hidup masyarakat.
  • Memaksimumkan kepuasan konsumen
Kepuasan konsumen merupakan sasaran dari semua kegiatan dalam sistem pemasaran suatu produk. Kepuasan tersebut bisa dilihat jika seorang konsumen tidak merasa kecewa dalam mengeluarkan biaya untuk mendapatkan barang yang dibelinya. Untuk memaksimumkan kepuasan konsumen bisa melalui kualitas produk yang ditawarkan dan atau pelayanan yang prima.
  • Memaksimumkan pilihan
Upaya untuk memaksimumkan pilihan konsumen memerlukan alternatif pilihan dari produk yang beraneka ragam.
  • Memaksimumkan mutu hidup masyarakat
Memaksimumkan mutu hidup masyarakat tidak hanya ditentukan oleh mutu , kuantitas , dan tingkat ketersediaan produk , serta jumlah biaya yang dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan produk tersebut , tetapi juga oleh mutu lingkungan fisik dan kebiasaan atau kebudayaan setempat.

Pendekatan dalam mempelajari pemasaran
  • Pendekatan serba fungsi
Dari apa saja kegiatan pokok pemasaran , yaitu pembelian , pengangkutan , penjualan , penyimpanan , pembelanjaan , penanggungan resiko , standarisasi dan grading , pengumpulan informasi pasar.
  • Pendekatan serba lembaga
Dilihat dari lembaga atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran , misal produsen , suplier , perantara dagang dan sebagainya.
  • Pendekatan serba barang
Studi tentang bagaimana barang berpindah dai produsen ke konsumen akhir atau konsumen industri.
  • Pendekatan serba manajemen
dilihat dari pendapat manajer serta keputusan yang diambil.
  • Pendekatan serba sistem
Menyangkut elemen - elemen yang luas dalam sistem pemasaran termasuk pendekatan serba fungsi , manajemen , produk , dan lembaga.

Sumber :

1.manajemen dan organisasi


Pengertian Manajemen

Pengertian manajemen secara umum adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan , seperti perencanaan , pengorganisasian , penggerakan dan pengendalian atau pengawasan , yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.

Pengertian Manajemen menurut para ahli
  • Menurut Profesor Oei Liang Lee
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan , pengorganisasian , penyusunan , pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Menurut James A.F.Stoner
Manajemen adalah suatu proses perencanaan , pengorganisasian , kepemimpinan , dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
  • Menurut Mary Parker Follet
Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.
  • Menurut G.R.Terry
Manajemen adalah suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan , pengorganisasian , penggerakan , dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
  • Menurut Lawrence A. Appley
Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
  • Menurut Horold Koontz dan Cyril O'donnel
Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

Peranan Manajemen

Setiap perusahaan memiliki manajemen yang memegang berbagai peranan penting yang menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk diwujudkan bersama. Ada banyak peran yang harus dimainkan / diperankan para manajer secara seimbang sehingga diperlukan orang-orang yang tepat untuk menjalankan peran-peran tersebut.
Manajemen yang baik haruslah berperan sesuai dengan situasi dan kondisi pada perusahaan atau organisasi. Manajemen yang tidak bisa menjalankan peran sesuai tuntutan perusahaan dapat membawa kegagalan.
Berikut ini adalah Peranan Manajemen yang harus diperankan para Manajer :
1. Peran Interpersonal
Yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya , meliputi :
  • Figurehead / Pemimpin Simbol : Sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan.
  • Leader / Pemimpin : Menjadi pemimpin yag memberi motivasi para karyawan / bawahan serta mengatasi permasalahan yang muncul.
  • Liaison / Penghubung : Menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal.
2. Peran Informasi
Adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar organisasi , meliputi :
  • Monitor / Pemantau : Mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian atau peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung.
  • Disseminator / Penyebar : Menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orang dalam organisasi.
  • Spokeperson / Juru Bicara : Mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.
3. Peran Pengambil Keputusan
Adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain , meliputi :
  • Entrepreneur / Kewirausahaan : Membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja.
  • Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan : Mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul.
  • Resource Allicator / Pengalokasi Sumber Daya : Menentukan siapa yang menerima sumber daya serta besar sumber dayanya.
  • Negotiator / Negosiator : Melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja atau perusahaan.
Latar Belakang Sejarah Manajemen

Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno yaitu (management), yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.

Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu , yang merencanakan apa yang harus dilakukan , mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja , dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana . Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia , Italia , yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia , kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya . Selain lini perakitan tersebut , orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.

Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20 . Ketika itu , ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga yaitu :
  • Perencanaan adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
  • Pengorganisasian , dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
  • Pengarahan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
  • Pengkoordinasian , agar terdapat komunikasi atau kesesuaian diri berbagai kepentingan dan perbedaan kegiatan sehingga tercapai tujuan organisasi.
  • Pengawasan , perbaikan - perbaikan yang perlu dilakukan jika terjadi penyimpangan pelaksanaan dari perencanaan.
Proses Manajemen

Proses manajemen adalah serangkaian keputusan dan kegiatan kerja yang terus menerus dimana manajer terlibat sewaktu mereka merencana , mengorganisasi , mengarahkan , mengkordinasi , dan mengawasi.

Ciri - Ciri Manajer Profesional
  • Mempunyai kemampuan untuk memanage atau memimpin
  • Mempunya kemampuan untuk memahami perasaan orang lain
Keterampilan manajemen yang di butuhkan

Robert L.Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar.Ketiga keterampilan tersebut adalah:
  • Keterampilan Konseptual
Manajer tingkat atas harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep , ide , dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu . Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning . Oleh karena itu , keterampilan konsepsional juga merupakan keterampilan untuk membuat rencana kerja .
  • Keterampilan berhubungan dengan orang lain
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan . Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya . Dengan komunikasi yang persuasif , bersahabat , dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan , baik pada tingkatan manajemen atas , menengah , maupun bawah.
  • Keterampilan Teknis
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah . Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu , misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin , membuat kursi , akuntansi dan lain-lain.

Selain tiga keterampilan dasar di atas , Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu :
  • Keterampilan Manajemen Waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan.Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort . Namun demikian , waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga , dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan .
  • Keterampilan Membuat Keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas . Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan . Pertama , seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua , manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

Organisasi

Menurut saya organisasi adalah suatu kelompok atau komunitas yang mempunyai visi , misi dan suatu tujuan yang sama.

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut :
  • Stoner
mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  • James D.Mooney
mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I.Beenard
berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Pentingnya mengenal Organisasi

Kita selalu berkaitan dengan organisasi , tim olahraga dan organisasi sosial , kelompok keagamaan , bahkan kelompok binatang pun ada seperti lebah , rayap , semut.
Perusahaan kecil , fungsi pengorganisasian sederhana , misal : toko kelontong , manajer dari pemilik toko memperkejakan beberapa orang ; melayani pembeli , membersihkan , mengatur barang , serta menjaga toko.

Bentuk - Bentuk Organisasi

Bentuk organisasi garis oleh Henry Fayol ( Paris )

Bentuk organisasi yang paling sederhana dan paling tua, digunakan di kalangan militer dengan jumlah karyawan yang masih sedikit dan saling kenal, dan spesialisasi kerja yang belum begitu tinggi.

Kelebihan
  • Kesatuan komando baik karena pimpinan berada di atas satu tangan
  • Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat.
  • Solidaritas karyawan tinggi karena saling kenal.

Kekurangan
  • Jika sang pemimpin tidak mampu maka akan mudah jatuh
  • Ada kecendrungan bertindak otokratis
  • Kesempatan berkembang terbatas

Bentuk organisasi Fungsional oleh F.W. Taylor

Pimpinan-pimpinan yang ada tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan mempunyai wewenang memberik komando sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.

Kebaikan
  • Pembagian tugas jelas
  • Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan dengan maksimal
  • Digunakan tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsi-fungsinya.

Keburukan
  • Spesialilsasi menyebabkan susah “tour of duty”
  • Karyawan mementingkan bidangnya sehingga sukar melaksanakan koordinasi.

Bentuk organisasi garis dan staf oleh Harrington Emerson

Biasanya digunakan oleh organisasi besar dengan daerah kerja yang luas dengan bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit. Memiliki satu atau lebih tenaga staf tenaga ahli yang memberi saran atau nasihat.

Kebaikan
  • Dapat digunakan oleh tenaga organisasi sebesar apapun dan sekompleks apa pun.
  • Keputusan yang matang dan sehat dapat diperoleh karena adanya tenaga ahli.
  • Dapat mewujudkan “The right man in the right place”.

Keburukan
  • Solidaritas sukar diwujudkan karena tidak saling kenal
  • Koordinasi kadang sukar diterapkan karena terlalu luasnya organisasi

Bentuk organisasi staf dan fungsional

Merupakan kombinasi organisasi staf dan funsional , memiliki kekurangan dan kelebihan seperti halnya organisasi staf dan fungsional.
Prinsip - Prinsip Organisasi

Empat belas prinsip menurut Henry Fayol yang dapat digunakan secara universal , yaitu :
  • Pembagian Kerja
  • Wewenang
  • Displin
  • Kesatuan Komando
  • Kesatuan Arah
  • Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan individu
  • Remunirasi
  • Sentralisasi
  • Rantai Scalar
  • Tata tertib
  • Keadilan
  • Stabilitas masa kerja para pegawai
  • Inisiatif
  • Escrip de corps
Keterampilan manajemen yang di butuhkan

Robert L.Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar.Ketiga keterampilan tersebut adalah:
  • Keterampilan Konseptual
Manajer tingkat atas harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep , ide , dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu . Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning . Oleh karena itu , keterampilan konsepsional juga merupakan keterampilan untuk membuat rencana kerja .
  • Keterampilan berhubungan dengan orang lain
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan . Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya . Dengan komunikasi yang persuasif , bersahabat , dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan , baik pada tingkatan manajemen atas , menengah , maupun bawah.
  • Keterampilan Teknis
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah . Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu , misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin , membuat kursi , akuntansi dan lain-lain.

Selain tiga keterampilan dasar di atas , Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu :
  • Keterampilan Manajemen Waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan.Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort . Namun demikian , waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga , dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan .
  • Keterampilan Membuat Keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas . Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan . Pertama , seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua , manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

Sebab Keberhasilan dan Kegagalan Organisasi

Salah satu faktor penentu keberhasilan atau kegagalan organisasi adalah faktor sumber daya manusia ( SDM ) . Keunggulan mutu bersaing sebuah organisasi sangat ditentukan oleh mutu sdm-nya. Penanganan sdm harus dilakukan secara menyeluruh dalam kerangka sistem pengelolaan sdm yang bersifat strategis , integrated , interrelated , dan unity . Organisasi sangat membutuhkan sdm yang kompeten , memiliki kompetensi tertentu yang dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan pekerjaannya.

Sumber :